Rabu, 18 November 2015

malam yang sunyi mengingatkan memori tentang dirinya. . .
ditempat aku saat ini duduk ia datang mengahampiri serta sedikit bercakap namun terlihat penuh dengan sebuah makna yang mengisyaratkan isi hatinya.
menatap lembut, dan santun bicaranya membuat aku semakin bersimpati kepada sosoknya. . .
perhatiannya yang selalu mengajak kepada kebaikan sering aku dapatkan. sempat terucap dari mulutnya hal serius mengenai sebuah hubungan.
namunn kini selang berjalannya waktu semua terasa berubah di media sosialnya sangat terlihat bahwa ia kini telah mengagumi sosok yang lain. aku sadar aku sangat jauh dari yang namanya sempurna, banyak sekali kekurangan yang ada pada diriku.
tapi setidaknya pikirkan dan hargailah sedikit perasaanku.
hati ini marah tapi ketika teringat bahwa islam tidak mengajarkan kita untuk tidak menjadi manusia yang pendendam perlahan aku harus belajar menerima takdir Allah.
mungkin ini yang terbaik untuk dia dan untukku. 
percayalah jika memang Allah menciptakan dia untuk berpasangan denganmu suatu saat pasti akan bersatu.

husnulkhumaidah @_12
11.44 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar